PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro menyalurkan bantuan modal usaha bagi 102 pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro. Bantuan disalurkan melalui alokasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1.250.000 per pelaku usaha untuk mendukung kapasitas operasional mereka.
Kegiatan penyerahan bantuan modal usaha ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, serta Direktur Utama PT ADS dan paguyuban pedagang UMKM Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menegaskan bahwa penyaluran dukungan dan bantuan kepada pedagang mikro ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pemkab Bojonegoro agar para pelaku UMKM dapat menambah modal kerja secara riil. Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh kepada para pedagang untuk terus berkarya, berinovasi, dan menggerakkan roda perekonomian berbasis masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Direktur Utama PT ADS Mohammad Kundori menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari fokus utama CSR PT ADS dalam mendukung penguatan UMKM dan Koperasi. PT ADS berkomitmen untuk senantiasa berjalan berdampingan dengan kebijakan Pemkab Bojonegoro guna memastikan manfaat investasi sosial perusahaan dirasakan langsung oleh sektor usaha produktif masyarakat.

Salah satu penerima manfaat, Fatoni, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Bupati Bojonegoro serta PT ADS atas penyaluran bantuan modal tersebut. Ia mengungkapkan harapannya agar dukungan modal usaha dan perhatian yang diberikan pemerintah bersama PT ADS dapat menjadi pendorong bagi sektor UMKM di Bojonegoro untuk terus berkembang dan naik kelas.
Melalui penyaluran bantuan modal usaha melalui program CSR ini, Pemkab Bojonegoro dan PT ADS berharap para pelaku usaha mikro dapat mengoptimalkan tambahan modal tersebut untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan.