Masalah hama tikus masih menjadi tantangan nyata bagi petani di wilayah Bojonegoro, khususnya Kecamatan Padangan. Serangan hama kerap menyebabkan kerugian hasil panen, terutama pada musim tanam ketiga.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro meluncurkan program pengendalian hama ramah lingkungan melalui pelepasan burung hantu (Tyto alba) dan pemasangan rumah burung hantu. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Nguken, Kecamatan Padangan, pada Rabu (30/7), dengan dukungan berbagai pihak.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Zainal Fanani, Forkopimcam Padangan, kepala desa se-Kecamatan Padangan, serta perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Malo, Kalitidu, Kasiman, dan Padangan.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyampaikan bahwa Bojonegoro masih menduduki posisi penting dalam produksi gabah kering giling (GKG) di Jawa Timur. Berdasarkan data Supron 1 dan 2, Bojonegoro menghasilkan 698,602 ribu ton GKG, mengungguli Lamongan dan Ngawi.
“Kunci keberhasilan ada di Supron 3. Jika lahan panen 20 ribu hektar bisa dipertahankan, maka produksi berpotensi mencapai 808,86 ribu ton GKG hingga akhir tahun artinya kami optimis masih menjadi peringkat pertama di akhir tahun nanti” jelasnya. Menurutnya, pengendalian hama menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas tersebut.
Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Mohammad Kundori, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
“Sebagai Badan Usaha Milik Daerah, PT ADS siap mendukung penuh apa yang menjadi visi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Program ini juga ditandai dengan penyerahan burung hantu dan alat emposan secara simbolis kepada 10 kelompok tani dari beberapa kecamatan terdampak. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dan edukatif dalam mendorong pengendalian hama berbasis ekologi.

Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan tiga fokus pembangunan daerah, yakni penguatan pertanian & ketahanan pangan, peningkatan kesehatan dan pengembangan kawasan.
Salah satu perwakilan dari Kelompok Tani Karya Tani, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diterima.
“Ini bentuk nyata perhatian Pemkab dan PT ADS untuk membantu kami mengendalikan hama secara konkret. Burung hantu sangat efektif, dan ini membantu kami menjaga hasil panen tanpa bergantung dengan setrum tikus yang membahayakan,” katanya.
PT ADS melalui program tanggung jawab sosialnya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendukung solusi-solusi nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi awal dari upaya yang lebih luas dalam menjaga ekosistem pertanian dan keberlanjutan produksi pangan di Bojonegoro.