Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Mohammad Kundori yang akrab disapa Mas Dhory, bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menghadiri kegiatan Digital Branding School yang diselenggarakan di D’Konco Kafe. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong kapasitas sekolah dalam pengelolaan komunikasi digital serta membangun citra institusi pendidikan yang kuat dan inspiratif di era teknologi.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru, siswa, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi branding sekolah, pengelolaan konten media sosial, serta pelatihan dasar dalam storytelling digital.
Dalam sambutannya, Mas Dhory menekankan pentingnya digital branding sebagai bagian dari manajemen mutu pendidikan. “Hari ini, masyarakat ingin melihat bagaimana proses pendidikan berlangsung, bukan hanya hasilnya. Sekolah perlu terbuka, komunikatif, dan mampu menunjukkan karakternya. Melalui digital branding, kita bisa menampilkan semangat dan nilai-nilai yang dijalankan sekolah kepada publik,” ungkapnya.
Mas Dhory juga menyampaikan komitmen PT ADS sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk di bidang pendidikan. “Kami percaya, kemajuan daerah tidak hanya dilihat dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari seberapa cerdas dan kreatif generasi mudanya. Maka, kami hadir untuk ikut mendorong itu, salah satunya lewat dukungan pada kegiatan seperti ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan digital branding di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, membangun citra institusi pendidikan merupakan bagian dari proses menciptakan kepercayaan publik terhadap kualitas dan integritas lembaga.
“Identitas sekolah hari ini dibentuk bukan hanya dari bangunan atau nilai raport, tapi dari bagaimana sekolah tampil dan berkomunikasi ke publik, terutama melalui media digital. Branding yang baik akan memperkuat reputasi sekolah, membangun rasa bangga siswa, serta menarik dukungan dari masyarakat,” tutur Bupati.
Bupati Setyo Wahono juga menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi. “Guru adalah kunci utama. Mereka tidak cukup hanya pintar mengajar, tapi juga harus siap belajar terus-menerus. Adaptif dengan teknologi adalah syarat wajib hari ini. Dengan kemampuan digital, guru bisa menjangkau lebih luas, menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik, dan menjadi inspirasi bagi siswa,” tegasnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Kasiman menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa terus berlanjut di sekolah-sekolah lain. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Banyak hal praktis yang bisa langsung kami terapkan. Ini bukan hanya soal konten, tapi soal bagaimana kami belajar menyampaikan semangat dan kerja keras kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Digital Branding School, diharapkan sekolah-sekolah di Bojonegoro semakin siap menghadapi era digital dengan percaya diri dan strategi komunikasi yang efektif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan institusi pendidikan menjadi fondasi penting menuju Bojonegoro yang cerdas, kreatif, dan adaptif