PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi program Angkutan Pelajar Disabilitas Gratis yang diikuti oleh kepala sekolah 13 Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan keberlanjutan program transportasi ramah disabilitas di Kabupaten Bojonegoro.

Officer Tim CSR PT ADS, Novendra Adi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan kemudahan akses bagi pelajar difabel di Bojonegoro. Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi orang tua, memastikan keamanan anak-anak selama perjalanan, dan yang terpenting memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk bersekolah,” ujarnya.
Sejak awal, layanan ini telah mendapat respon positif dari masyarakat karena manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah. PT ADS menyediakan 13 unit microbus (Elf) yang saat ini melayani 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) di tersebar di rute barat (Bojonegoro Sumbang, Bojonegoro Perak, Kalitidu, Padangan, Kasiman dan Ngraho) dan rute timur (Baureno, Kanor, Kepohbaru, Kedungadem, Sumberrejo, Sugihwaras dan Kapas) Kabupaten Bojonegoro.
Sistem layanan yang diterapkan menonjolkan konsep door to door service. Para siswa dijemput langsung dari rumah atau titik penjemputan yang sudah ditentukan, sehingga orang tua tidak perlu lagi repot mengantar. Lebih jauh, dalam setiap perjalanan selalu ada guru pendamping yang menemani siswa, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan benar-benar terjaga.
Kepala Dinas Perhubungan Aan Syahbana menuturkan bahwa keberadaan program ini merupakan salah satu bentuk nyata penyediaan transportasi publik yang ramah difabel. “Kita tahu, transportasi menjadi salah satu tantangan terbesar bagi anak-anak disabilitas untuk bisa mengenyam pendidikan dengan lancar. Kehadiran program CSR dari PT ADS memberikan jawaban atas kebutuhan ini, sekaligus menjadi model kolaborasi yang bisa dijaga keberlanjutannya,” terangnya.

Sementara itu, Sutras, Ketua MKKS Sekolah Luar Biasa (SLB) Bojonegoro, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya. Menurutnya, program ini telah membawa perubahan besar, baik bagi siswa maupun orang tua.
“Selama ini banyak orang tua kewalahan mengantar anak-anaknya karena jarak rumah yang jauh dan biaya transportasi yang tidak sedikit. Sekarang anak-anak bisa dijemput langsung ke rumah, mereka lebih semangat berangkat ke sekolah, dan orang tua merasa lega karena ada guru yang ikut mendampingi. Program ini sungguh meringankan beban keluarga dan sangat membantu kami di sekolah untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi ini, PT ADS dan Dinas Perhubungan memastikan agar program berjalan lebih optimal, dengan melibatkan kepala sekolah dalam evaluasi dan penyampaian masukan. Harapannya, layanan transportasi gratis ini bisa terus ditingkatkan dari sisi kualitas maupun cakupan.
Lebih dari sekadar layanan transportasi, inisiatif ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Bojonegoro yang lebih inklusif. PT ADS meyakini bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan menggapai cita-cita. Program Angkutan Pelajar Disabilitas Gratis menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang setara, di mana pendidikan benar-benar bisa diakses oleh semua.